yulianfindawati
INCEPTION
Mendefinisikan Ruang Lingkup
Deskripsi Proses Bisnis
Sistem SMS Gateway Akademik ini dibuat untuk membantu menangani layanan informasi akademik yang bersifat “mobile” untuk mahasiswa dengan memanfaatkan fasilitas SMS. SMS Gateway Akademik ini diperuntukkan bagi :
  • Mahasiswa, untuk melihat informasi yang terkait dengan kegiatan akademisnya, seperti status registrasi, jadwal kuliah, jadwal ujian, nilai UTS, nilai UAS, IP, IPK dan info umum seperti seminar
  • Calon mahasiswa baru, untuk mengetahui kelulusan setelah ujian saringan masuk

Develop Business Use Case

Business Object Model

Business Object Model Administrasi Sistem

Business Object Model Kelola Info

Business Object Model Lihat Informasi

Business Activity Diagram
Business Activity Diagram untuk administrasi sistem, kelola info dan lihat info



ELABORATION
Perangkat Keras
—Personal Computer (PC), dengan spesifikasi minimal:
—Processor : Intel Pentium III 800Mhz
—Memory : SDR 256MB
—Serial port : COM 1 (standar RS232)
—Hardisk: 1GB
GSM modem/Handphone sebagai alat komunikasi, penghubung PC dengan pengirim data.
Sistem Operasi
Sistem operasi yang digunakan minimal berjalan pada Windows 98.
DBMS
DBMS yang digunakan adalah MySQL Server 4.0.18
Tools
Tools yang digunakan untuk membangun perangkat lunak adalah bahasa pemrograman Java (Java 2 SDK 1.4).
Kebutuhan Fungsional
Sequence Diagram
Sequence diagram adalah salah satu bentuk interaction diagram yang mengambarkan proses terjadinya sesuatu
Sequence Diagram Terima SMS Sequence Diagram proses SMS masuk Sequence Diagram kirim balasanSequence Diagram Insert Info umum

Sequence Diagram Edit Info umum
Sequence Diagram Delete Info umum
Sequence Diagram lihat Log Terima/ Log Kirim
Sequence Diagram Start Up
Sequence Diagram ShutDown
Class Diagram
Rancangan Interface




Basis Data
CONSTRUCTION
Rancangan Deployment
Lingkungan Operasional Sistem
TRANSITION
Black Box Testing
PRODUCTION
Operate systemà SMS Gateway telah dioperasikan di Universitas Muhammadiyah sebagai layanan akademik
Support SystemàMensupport sistem SMS Gateway
Memanage permintaan perubahanà Apabila ada perubahan-perubahan fitur
Memonitor sistem : Dengan memberikan perawatan terhadap sistem maupun dokumen perawatannya
Saran-saran perawatan sistem :
Untuk menjaga sistem tetap berjalan stabil dan benar, admin bisa melakukan hal-hal berikut:
Periksa baterai handphone jangan sampai habis, jika terminal yang dipilih adalah handphone.
Jika terjadi kegagalan hubungan dengan terminal,
— periksa kabel data, terhubung dengan port mana (COM1/COM2), karena sistem melakukan koneksi dengan COM1.
— periksa setting baud rate, pilih dalam menu handphone, set menjadi 19200.
Menyiapkan dan recover dari kerusakan

RETIREMENT
Migrasi Data
-Memindahkan data dari M.Access ke MySQL
Removal System
-Mengubah sistem Operasi Windows 98 ke Windows XP
yulianfindawati
INCEPTION
Mendefinisikan Ruang Lingkup:
Deskripsi Proses Bisnis
Proses bisnis dari sistem SMART PARKIR ini adalah:
1. Rekam Data Kendaraan Masuk
Mencatat data kendaraan yang masuk. Termasuk Nomor Polisi dari mobil dan waktu. Dimana waktu berdasarkan waktu yang ada di dalam sistem.Selain itu juga menghitung jumlah kendaraan yang masuk
2. Rekam data kendaraan keluar
Mencatat data kendaraan yang keluar. Termasuk mencatat waktu keluar. Selain itu juga menghitung biaya parkir dan cetak struk parkir.
3. Pengolahan User
Proses melakukan pengaturan sistem, mulai dari startup, memonitor sistem hingga melakukan shutdown. Semua proses tersebut dilakukan oleh seorang Admin, untuk memastikan sistem berjalan dengan baik. Selain itu juga mengatur hak akses bagi user.


Memperkirakan biaya dan Jadwal
Alokasi jadwal:Pelaksanaan pekerjaan diperkirakan membutuhkan waktu selama 1 bulan(31 hari).Alokasi Biaya:Total biaya yang diperlukan untuk mengerjakan sistem smar parkir ini adalah: Rp.17.140.000
Mendefinisikan resiko


Develop Business Use Case

Business activity diagram


Deskripsi Use Case:
Nomor : 01
Nama Use Case : Login
Actor : Petugas Parkir
Tujuan : Menjelaskan proses inisialisasi (peng-absahan) petugas parkir
Deskripsi :
Petugas parkir memasukkan user name dan password saat smart parking mulai dioperasikan
Smart parking memeriksa kebenaran data yang dimasukkan.





Nomor : 02
Nama use case : Pencatatan Kendaraan Masuk
Actors : Petugas Parkir Masuk
Tujuan : Menjelaskan proses pencatatan dan perekaman data kendaraan yang
masuk
Deskripsi :
1. Smart parking menampilkan data petugas parkir masuk
2. Petugas parkir memasukkan nomor plat polisi kendaraan masuk
3. Smart parking menampilkan informasi nomor flat kendaraan yang masuk
4. Petugas parkir mencatat jam masuk kendaraan
5. Smart Parking merekam data yang sudah dimasukkan
6. Smart Parking mencetak tiket masuk kendaraan










Nomor : 03
Nama use case : Pencatatan Kendaraan Keluar
Actors : Petugas Parkir Keluar
Tujuan : Menjelaskan proses pencatatan, pencocokkan data kendaraan yang keluar serta menghitung total biaya parkir
Deskripsi :
1. Smart parking menampilkan data petugas parkir keluar
2. Petugas parkir memasukkan nomor plat polisi kendaraan keluar
3. Smart parking mencocokkan data kendaraan yang akan keluar dengan tiket
4. Petugas parkir mencatat jam keluar kendaraan
5. Smart Parking menghitung total biaya parkir kendaraan









Nomor : 04
Nama use case : Pengolahan User
Actors : Administrator
Tujuan : Mengolah hak akses user smart parkir
Deskripsi :
1.Smart parking menampilkan halaman pengolahan user
2.Admin menambahkan data user smart parkir
3.Admin mengupdate data user smart parkir
4.Admin menghapus data user smart parkir








ELABORATION
Mendefinisikan kebutuhan dengan lebih detail
Kebutuhan Fungsional:
Rekam data kendaraan masuk
Rekam data kendaraan keluar
Hitung pembayaran
Hitung waktu parkir
Cetak struk/tiket parkir
Validasi user
Use Case Diagram
Sequence Diagram

Kebutuhan Non Fungsional
Sistem dapat beroperasi selama hari kerja
Secara bersamaan dapat diakses oleh setiap penggunanya
Data yang sedang diubah tidak dapat dilihat oleh pengguna yang lain.
Pengguna dapat mengakses data yang up to date.
Perangkat lunak ini diberikan sistem login bagi penggunanya.
Pengguna akan mendapatkan username dan password.
Ability to Change-> Kemampuan merubah diri dalam database tanpa melalui coding, contoh data harga bisa diakses melalui perangkat lunak tanpa perlu membuka database.


Kebutuhan Antarmuka Perangkat Keras
Untuk menjalankan perangkat lunak diperlukan 2 jenis perangkat keras:
Komputer server: komputer yang berfungsi sebagai komputer penyimpan, pemroses, penyedia, dan pendistribusian keseluruhan data dan informasi.
Komputer client: Komputer yang berfungsi sebagai komputer pengakses dan pemasok data dan informasi.
Jenis-jenis perangkat keras yang dibutuhkan:
Alat Input : Mouse, Keyboard
Alat pemroses: dengan spesifikasi minimal
Processor : Intel Pentium III 800 Mhz
Memory: SDR 256 Mb
Hardisk 5 GB
Alat Output: Printer

Perangkat keras komunikasi data:
Hub, NIC, Sistem Jaringan Bus, Server
Klasifikasi Pengguna perangkat lunak yaitu:
Administrator
Operator
Lingkungan Operasi
Sistem ini dijalankan pada sistem Operasi Windows. Sistem ini merupakan aplikasi berbasis dekstop yang akan dibuat dengan bahasa web pemrograman PHP 5.0 dan sistem manajemen database MySQL.
PHP 5.0 adalah bahasa pemrograman object oriented yang digunakan dalam pemrogram berbasis web. MySQL adalah sebuah program pembuat database yang bersifat open source, yaitu bebas digunakan oleh siapapun dan dapat digunkan oleh siapapun dan dapt digunakan untuk aplikasi multi user.

Class Diagram

mengidentifikasi Arsitektur













Validasi Arsitektur
Memvalidasi arsitektur sistem apakah sesuai dengan kebutuhan
Memvalidasi kebutuhan sistem.
Team Staff Proyek
















CONSTRUCTION
Memodelkan, membangun dan test sistem
Mulai membangun modul-modul aplikasi berdasarkan hasil analisa dan perancangan.
Modul-modul mart parkir terdiri dari:
Modul login
Modul Rekam data masuk
Modul Rekam data keluar
Modul Laporan
Membangun keseluruhan aplikasi sampai selesai

Mengembangkan Dokumentasi
Laporan Mingguan, Project Plan, Laporan Akhir

TRANSITION
System Testing
Testing modul-modul aplikasi mulai dilakukan.
Alpha testing:testing aplikasi yang dilakukan oleh developer
Beta Testing:testing aplikasi yang dilakukan oleh customer, dalam hal ini system owner.
Black Box Testing : Melakukan testing apakan input dan output sesuai dengan yang diharapkan


User Testing
Pengguna aplikasi mulai mencoba aplikasi smart parker. Dalam hal ini pengguna yaitu administrator dan operator.
System Rework
Instalasi aplikasi Smart Parkirpada tiap-tiap workstation yang membutuhkan.
System Development
Mulai membangun jaringan workstation.
Sistem Smart Parkir mulai dioperasikan di Mall.

PRODUCTION
Operate System
Sistem Smart Parkir mulai dioperasikan di Mall
Support System
Mulai didukung dengan alat-alat yang lain, misalnya
Printer sebagai cetak tiket/struk parkir
Hub, ethernet sebagai koneksi jaringan.
Memanage permintaan perubahan
Apabila ada permintaan dari customer maka pihak developer akan mencatatnya sebagai trouble ticket.
Memonitor sistem
Aplikasi Smart parkir yang sedang berjalan mulai dimonitor
Menyiapkan dan recover dari kerusakan
Mulai menyiapkan segala kebutuhan proyek apabila ada kerusakan baik itu kerusakan aplikasi, kerusakan jaringan maupun kerusakan sistem.

RETIREMENT
Menjelaskan secara detail analisa integrasi

Menjelaskan integrasi sistem secara keseluruhan.
Rework dari sistem yang terkoneksi
Apabila sistem smart parkir terintegrasi dengan sistem lain.Maka akan digabungkan dengan sistem yang lain. M.isalnya Sistem Pelaporan Keuangan Mall ataupun Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia.
Migrasi data
Akan dilakukan migrasi data jika dibutuhkan.
Sistem integrasi test
Sistem smart parkir yang terintegrasi dengan sistem Mall yang lain akan diuji coba.
Removal dari sistem
Sistem telah berjalan dengan baik
yulianfindawati

FASE DAN MILESTONE DARI ENTERPRISE UNIFIED PROCESS



Inception
Fase dari inception yaitu

  1. Mendefinisikan ruang lingkup

  2. Memperkirakan biaya dan jadwal

  3. Mendefinisikan resiko

  4. Develop Business Use case

  5. Menyiapkan lingkungan proyek

Delivery produknya yaitu:



  1. Scope Concurrence


  2. Initial requirement definition


  3. Plan concurrence


  4. Risk Acceptance


  5. Process Acceptance


  6. Business Usecase


  7. Project plan

Elaboration


Fase dari elaborasi yaitu lifecycle Objectives(LCO):




  1. Menspesifikasikan kebutuhan dengan lebih detail


  2. Mengidentifikasi arsitektur


  3. Validasi arsitektur


  4. Menyusun lingkungan proyek


  5. Team staf proyek

Delivery produknya yaitu lifecycle architecture(LCA):

  1. Vision stability


  2. Requirements stability


  3. Architecture stability


  4. Risk Accpetance


  5. Cost and Estimate Acceptance


  6. Realistic chance to succed


  7. Project plan

Construction

Fase dari construction adalah:

  1. Memodelkan, membangun dan test sistem


  2. Mengembangkan Dokumentasi

Delivery produknya yaitu Initial Operational capability(IOC):
  1. System stability


  2. Requirement stability


  3. Prepared stakeholder


  4. Risk Acceptance


  5. Cost and estimate acceptance


  6. Project plan

Transition
Fase dari transition yaitu:

  1. System testing

  2. User testing

  3. Sistem rework

  4. System development

Delivery produknya yaitu product Release(PR) yaitu :

  1. Business acceptance

  2. Operation acceptance

  3. Support acceptance

  4. Cost and estimate acceptance

Retirement


Fasenya yaitu:



  1. Menjelaskan secara detail analisa integrasi

  2. Rework dari sistem yang terkoneksi

  3. Migrasi data

  4. Sistem integrasi test

  5. Removal dari sistem

Delivery produknya yaitu Release retirement(RET):



  1. System removal

  2. Stakeholder accptance

COntoh DOkumen


yulianfindawati
OVERVIEW
EUP adalah perluasan dari RUP. Pengguna sangat familiar dengan RUP, untuk EUP ada 2 penambahan fase yaitu Production dan Retirement dan beberapa disiplin yaitu Operations dan Support dan tujuh enterprise discipline(Enterprise Business Modelling, Portfolio Management,Enterprise Architecture, Strategic Reuse, People Management, Enterprise Administration, dan Software Process Improvement













LATAR BELAKANG

Karena adanya kelemahan pada RUP:
Hanya Process development. Tidak mencakup keseluhan proses Software.
RUP tidak mendukung secara eksplisit pengembangan infrastruktur Multisistem seperti pengembangan organisasi secara luas.
Iterative nature asing bagi banyak developer berpengalaman.


FASE EUP
Inception.
Selama mengadopsi EUP, pemakai harus tetap menjaga kebutuhan dan kriteria sukses dari stakeholder untuk menampilkan assesment untuk organisai anda.
Elaboration.
Pemakai akan mengidentifikasi perubahan organisasi yang akan dibutuhkan untuk dibuat dan mengidentifikasikan dan mendapatkan tools yang akn dibuat.
Construction.
Menyesuaikan proses dan implementasi dengan satu atau lebih proyek. Keputusan penting yang akan anda butuhkan ketika menyesuaikan material RUP dengan kebutuhan.
Transition.
Apabila satu proyek berhasil, anda harus menyebarkan EUP secara perlahan-lahann melaui organisasi anda. Sampai dengan tahap ini, anda perlu membuktikan proses pada satu atau dua projek yang dikontrol.
Production.
Selama fase ini, anda akan mempertahankan proyek. Artinya dengan menjalankan usaha komunikasi, kemudian melanjutkan pelatihan dan pengajaran, dan melanjutkan pengaturan dari proses yang akan anda pelajari lebih pada pertumbuhan organisasi.
Retirement.
Semuanya telah berjalan dengan baik.

DISIPLIN EUP
ENTERPRISE ARCHITECTURE DISCIPLINE

















ENTERPRISE ADMINISTRATION DISCIPLINE

















ENTERPRISE BUSINESS MODELLING DISCIPLINE



















OPERATION AND SUPPORT DISCIPLINE


















PEOPLE MANAGEMENT DISCIPLINE




















PORTFOLIO MANAGEMENT DISCIPLINE














SOFTWARE PROCESS IMPROVEMENT DISCIPLINE




















STRATEGIC REUSE DISCIPLINE




KAPAN DENGAN EUP???
You are successful at the RUP or other software development process. .
You have enterprise issues to deal with.
You need to operate and support your software after it’s deployed.
You need to retire existing applications.
You want to avoid ‘stovepipe’ applications.
You are willing to invest in software process improvement (SPI).

STRATEGI MENGADOPSI EUP
You are successful at the RUP or other software development process. .
You have enterprise issues to deal with.
You need to operate and support your software after it’s deployed.
You need to retire existing applications.
You want to avoid ‘stovepipe’ applications.
You are willing to invest in software process improvement (SPI).

KEUNTUNGAN EUP
Mengurangi biaya IT
Meningkatkan IT
Meningkatkan business planning
Kualitas tinggi
Meningkatkan planning IT dan governance
Meningkatkan level service
Penyesuaian besar
Mengurangi waktu untuk delivery sistem
Meningkatkan produktivitas end-user
Meningkatkan aktivitas developer
ROI yang tinggi
Pengguna EUP
IBM
Referensi